18 Des 2012

Desember dan Bulan Menanam Nasional

Tidak terasa kita sudah berada di penghujung tahun 2012 ya gan, telah kita sama-sama saksikan pada tahun ini ada banyak isu-isu tentang kiamat dan sebagainya, ada banyak kejadian politik dan liku-likunya, ada banyak berita kriminal dan derita-deritanya, ada banyak berita bencana alam dan akibat-akibatnya.

Yups, bagian terahir yang menyebutkan bencana alam dan akibat-akibatnya memang sudah banyak sekali kita lihat di layar televisi yang bahkan menghiasi berita setiap harinya, mulai dari kekeringan pada pertengahan tahun, badai yang terjadi di beberapa negara bagian Amerika, banjir dan tanah longsor yang melanda negeri kita tercinta dan masih banyak lagi lainnya.

Penyebabnya sudah jelas sekali yaitu ketidak seimbangan alam yang kita tempati ini, mengakibatkan banjir yang sampai  menghanyutkan rumah, harta dan bahkan nyawa. Lalu apa yang bisa kita lakukan?

Apa yang bisa saya lakukan?

Sebelumnya mari kita simak sedikit potongan lirik kasidah Nasida Ria yang berjudul "Tahun 2000"


tahun duaribu kerja serba mesin,
berjalan berlari menggunakan mesin
manusia tidur berkawan mesin,
makan dan minum dilayani mesin
sungguh mengagumkan tahun duaribu
namun demikian penuh tantangan



penduduk makin banyak,

sawah ladang menyempit
mencari nafkah smakin sulit
tenaga manusia banyak diganti mesin,
pengangguran merajalela



sawah ditanami gedung dan gudang,

hutan ditebang jadi pemukiman
langit suram udara panas
akibat pencemaran


Download kasidahnya bisa di sini
Atau kepengen denger langsung silahkan :



"Sawah ditanami gedung dan gudang, 
hutan ditebang jadi pemukiman, 
langit suram udara panas 
akibat pencemaran"


Potongan lirik kasidah di atas menggambarkan apa yang terjadi dan akibatnya bisa kita rasakan sekarang, banjir di mana-mana, bukit-bukit longsor menimpa dan menimbun pemukiman penduduk. Tidak perlu saya jelaskan lebih detail karena kita pasti sudah tau apa penyebabnya, pohon-pohon sudah mulai menghilang entah kemana, daerah resapan air berkurang bahkan menghilang secara sim salabim. Jika berkurangnya sedikit itu biasa, tapi jika kehilangan hutan dalam hitungan ribuan hektar dalam satu tahun ini sih namanya gila luar biasa.

OK, bukan waktunya juga untuk kita mencari kambing hitam ( harga kambing sekarang sudah sangat mahal ), mendingan kita pikirkan apa yang bisa kita lakukan.

Nah, Berhubung bulan ini adalah bulan Desember. Memangnya ada apa dengan bulan Desember?
Sedikit informasi tambahan nih untuk semua sahabat kankunk, bahwa :
Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 24 tahun 2008, ditetapkan tanggal 28 November sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan bulan Desember sebagai Bulan Menanam Nasional (BMN).
sumber

Jika penasaran dengan bentuk Kepres tersebut silahkan download di www.dephut.go.id

Sudah jelas kan?

Jadi bulan Desember sudah ditetapkan sebagai Bulan Menanam Nasional, Lalu kita harus ngapain?
Lah koq malah nanya lagi, ya mari kita sukseskan rencana program pemerintah dengan ikut serta menanam pohon untuk melestarikan lingkungan.

Saya sendiri menanam pohon turi di sawah, kebetulan sekarang lagi musim tanam padi dan kebiasaan petani di kampung saya adalah menanam pohon turi di pematang-pematang sawahnya.
Pohon turi


Pohon turi ini sangat dan sangat bermanfaat gan, daunnya yang muda enak banget dijadikan sayur, sayur bening ditambah sambal terasi pasti enak banget. Bunganya itu gan, enak banget kalau dibikin pecel atau dimasak asam dengan tambahan teri atau ikan laut. Belum lagi daunnya yang tua biasanya dijadikan pakan ternak. Batang pohonnya pun biasanya di jadikan bahan bangunan gan, biasanya di jadikan reng atap rumah.

bunga turi dibikin pecel

Tapi sorri banget gan, ane gak ada foto pas nanemnya, susah gak ada kamera profesional adanya hanya hape jadul dan juga gak ada yang fotoin.

Terus bagaimana pandangan islam tentang menanam pohon?
Ini yang paling penting untuk kita sama-sama ketahui.

Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Bersabda :
“Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalannya, kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah (yang mengalir pahalanya), ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shaleh yang mendo’akan kebaikan baginya”. [HR. Muslim]

“Tak ada seorang muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung memakannya atau manusia atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan sedekah karenanya”. [HR. Bukhari ]

Menanam pohon itu sedekah.

Islam sendiri sangat menganjurkan untuk menanam pohon, baik itu pohon yang ada buahnya ataupun yang berdaun lebat. Yang ada buahnya dan bisa dimakan seperti mangga, kelapa, pepaya, manggis dan sebagainya bisa bermanfaat buahnya untuk dinikmati bersama, dan jika panen dan disedekahkan itu akan sangat luarbiasa.
Lalu bagaimana dengan pohon yang tidak berbuah?.
Pohon selain diambil buahnya juga bisa bermanfaat untuk berteduh, burug-burung menjadikannya rumah dan sebagainya, sungguh sangat luar biasa, dan itu semua akan tercatat sebagai sedekah amal ibadah yang akan mengalir pahalanya selama dimanfaatkan. Subhanallah.

Mari kita tanamkan budaya senang menanam pada diri kita masing-masing, kita tularkan kepada saudara-saudara kita dan kepada keluarga kita. Menanam untuk masa depan, menanam untuk amal ibadah, menanam untuk bangsa dan negara, menanam untuk dunia kita ini.
Setelah menanam, bagian yang tak kalah pentingnya adalah menjaga serta melestarikan. Jangan dilupakan, itulah bagian lanjutan yang sangat penting.

Melalui program pemerintah di Bulan Menanam Pohon Nasional.
Mari menanam dan mari menjaga serta melestarikan pohon di lingkungan kita.

Double thubs up untuk teman-teman BSO yang sudah mengkampanyekan bulan menanam nasional ini dan mensukseskannya dengan bentuk aksi nyata menanam pohon dan kampanye lewat blognya masing-masing. Salam solid selalu untuk semua keluarga besar BSO.

                                                                                                                                      -- 8th Blogger Campaign Project BSO --



Jalan-Jalan dan menikmati indahnya Alam (Air Terjun Jeruk Manis)

Latepost : Ini adalah dokumentasi beberapa tahun yang lalu, saat masih banyak yang imut-imut, dan sekarang berubah menjadi makin imut. R...