7 Feb 2017

Jalan-Jalan dan menikmati indahnya Alam (Air Terjun Jeruk Manis)

Latepost :
Ini adalah dokumentasi beberapa tahun yang lalu, saat masih banyak yang imut-imut, dan sekarang berubah menjadi makin imut.
Remaja Nurul Yaqin melaksanakan kegiatan Rihlah, jalan-jalan sambil menikmati indahnya alam. Lokasi yang menjadi destinasi adalah Air terjun Jeruk Manis (Jerman).









Kegiatan Rutin Mingguan Remaja Masjid Nurul Yaqin

Setia Rabu malam bakda Sholat magrib, mushallah atau masjid yang menjadi lokasi acara selalu ramai oleh pembacaan yasin, sholawat, dzikir, kultum dan diskusi terkait kegiatan keagamaan lainnya. Acara yang rutin dilaksanakan setiap minggunya ini dimulai sejak tahun 2009 sampai dengan saat ini. 
Setiap elaksanaan kegiatannya, yang hadir adalah semua anggota remaja dan adik-adik yang berada di Lingkungan Mukim Masjid Nurul Yaqin Keliwatanja, baik itu dari Gunung Surak, Keliwatanja Selatan, Keliwatanja Tengah, Keliwatanja Utara, Kebon Daya, Montong, Kampung baru Montong Kandik, Gunung Malang, Kampung Heler, Kis-Kis dan Lingkok Calon.
Setiap pelaksanaan kegiatan tak kurang dari 50-70 orang selalu hadir dan memenuhi lokasi acara. Antusiasme adik-adik yang usia masih belia (yang masih kelas 1, 2 SD dan yang belum sekolah) juga tak kalah dari yang sudah dewasa. Mereka bersemangat karena ramai dan juga selalu ada hidangan dipenutup acara, biasanya berupa jajanan pasar, gorengan, bahkan terkadang Nasi bungkus yang bisa dinikmati bersama. Hidangan ini biasanya disuguhkan oleh masyarakat sekitar lokasi sebagai bentuk rasa syukur dan dukungan atas kegiatan yang dilaksanakan.
Kegiatan yasinan rutin ini selain diniatkan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, juga diniatkan sebagai sarana silaturrahim guna memererat tali persaudaraan antar semua elemen masyarakat di lingkungan masjid Nurul yaqin.
Inilah beberapa dokumentasi kegiatan yang telah kami laksanakan tersebut 
Keliwatanja Selatan

Keliwatanja Selatan

Montong Kandik

Kampung Baru Montong Kandik

Masjid Nurul Yaqin Keliwatanja


2 Feb 2017

Proposal Permohonan Bantuan Dana Kegiatan Remaja Masjid

KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami ucapkan kepada Allah Subhanahu Wata’ala, dikarenakan berkat
taufik dan hidayah-Nya kami bisa menyusun proposal ini. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan atas Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, atas keluarganya, sahabat-sahabatnya.
Dalam proposal ini kami mengulas bagaimana peran penting remaja dalam pembangunan bangsa, remaja islam khususnya yang berada di lingkungan kami Masjid Nurul Yaqin Keliwatanja Desa Terara Lombok Timur. Dimana pesatnya laju arus globalisasi dikhawatirkan akan menghilangkan sosok pemuda yang berakhlak mulia dan berbudaya santun. Maka dari itu kami mengadakan berbagai kegiatan yang diharapkan bisa menjadi ajang pembinaan kepemudaan. Sehingga harapan akhirnya yaitu bisa menciptakan generasi remaja yang bewawasan global namun tetap berbudaya lokal, serta remaja yang berkompetensi dalam IPTEK namun tetap teguh dalam IMTAQ.
Dalam penyusunan proposal ini tentulah masih ada kekurangan dan kesalahan dan jauh dari kesempurnaan, baik dalam penempatan kata dan atau tata letak susunannya. Maka dari itu penyusun mengharapkan masukan serta saran guna perbaikan di masa yang selanjutnya.
Demikan, atas segala perhatiannya kami ucapkan terimakasih. Dan kepada para donatur yang telah menyumbangkan kelebihan hartanya semoga diberikan balasan dari Allah SWT. 


Laporan Kegiatan Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1433H





Assalaamu'alaikum Wr Wb.
Sahabat JanurYaqin yang berbahagia, berikut ini laporan kegiatan yang telah bersama-sama kita laksanakan dan perjuangkan.

Alhamdulillah semuanya sudah berhasil kita laksanakan dengan hasil positif. Silahkan diDOWNLOAD dan dibaca . -_-

laporan ini juga disertai dengan beberapa hasil jepretan kamera dokumentasi saat kegiatan isra' dan mi'raj 1433 H.

26 Des 2016

Peringatan Maulid Nabi Muhammad 1438 H | Masjid Nurul Yaqin Keliwatanja

Pelaksanaan
kegiatan Peringatan Hari Besar Islam yakni Maulid Nabi Muhammad SAW
1438 H yang dilaksanakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Remaja
Masjid Nurul Yaqin Keliwatanja kali ini dirangkaikan dengan berbagai macam kegiatan untuk memeriahkan dan menyebarkan syiar Islam. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Panitia berfokus pada peningkatan pengetahuan tentang keislaman terutama bagi adik-adik yang masih berusia sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah. Kegiatan dikemas dalam bentuk perlombaan yang meliputi : Adzan, Tartiil, Tahfiz dan cerdas cermat islami. Selain kegiatan lomba islami, panitia juga melaksanakan lomba hiburan untuk umum.

Pendanaan kegiatan ini 90% bersumber dari APBDesa Terara tahun 2016. Dan sebagiannya lagi dari Remaja Masjid Nurul Yaqin sendiri.

Penyerahan Bantuan Dana dari Pemerintah Desa Terara oleh Kepala Desa Terara


Salah satu alokasi Angaran Desa yang bersumber dari Bagi Hasil Pajak
dan Retribusi Daerah (BHPRD) Kab. Lombok Timur di Desa Terara adalah
untuk kegiatan PHBI dan PHBN.

Sebagian dana BHPRD tersebut
penyalurannya adalah ke Remaja Masjid Nurul Yaqin Keliwatanja Dusun
Menyer yang digunakan untuk pelaksanaan Lomba Tahfiz Juz Amma dan
ayat-ayat pendek, Tartiil Al-Qur'an, Cerdas Cermat Islami dan beberapa
mata lomba keagamaan lainnya.

Dananya langsung diserahkan oleh Bapak Kepala Desa Terara kepada Ketua Remaja Masjid Nurul Yaqin Keliwatanja Saudara Azwar Anas, S.Pd.



Panitia sedang mempersiapkan hadiah lomba beserta piagam penghargaan


Ketua Remaja Sdr. Azwar Anas begadang sampai tengah malam mempersiapkan hadiah lomba dan piagam
Acara puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H yang bertempat di Masjid Nurul Yaqin dilaksanakan pada hari Ahad, 25 Desember 2016 bertepatan dengan 25 Rabiul Awal 1438 H.

Acara puncak yang berupa pembagian hadiah lomba, pengajian uraian hikmah maulid, dan ramah tamah dihadiri oleh :
  • Bp. TGH. M. Ihsan, QH., LC.,
  • Bp. TGH. L. Hasyim Asyari, QH., LC.,
  • Bp. Kapolsek Kecamatan Terara beserta anggota
  • Pemerintah Desa Terara (Sekdes beserta staff)
  • Ketua BPD Desa Terara beserta anggota
  • Pengurus Masjid se-Desa Terara
  • Remaja Masjid Baitul Amal Terara
  • dan Toga Toma di Lingkungan sekitar.
Dalam sambutannya Sekdes Terara Lalu Parlanhadi menyampaikan bahwa pemerintah desa Terara sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan positif berupa lomba dan sebagainya yang dilaksanakan oleh panitia yang diharapkan dapat dijadikan contoh bagi Panitia-panitia PHBI di masjid lainnya, selain itu juga Mamiq Sekdes juga menambahkan bahwa kerjasama dalam pembangunan desa haruslah terjalin sinergi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, apalagi tahun 2017 wilayah Dusun Menyer menjadi wilayah prioritas untuk program STBM 5 Pilar dan Program Sehati.



Dalam pengajian yang disampaikan oleh  TGH M. Ihsan, beliau menyampaikan :

"Mun Nabi Muhammad Ulang Tahun, ndeq ne kadu kue tart, ndeq ne butuh
lilin, mun dulang jaq jari umak ite sak ngandang, sik perlu te hadiahan
tipak Rasulullah hanyalah sholawat.."

4 point keteladanan Rasulullah :

1. Bijaksana

2. Pemaaf
3. Pemberani
4. Adil

18 Des 2012

Desember dan Bulan Menanam Nasional

Tidak terasa kita sudah berada di penghujung tahun 2012 ya gan, telah kita sama-sama saksikan pada tahun ini ada banyak isu-isu tentang kiamat dan sebagainya, ada banyak kejadian politik dan liku-likunya, ada banyak berita kriminal dan derita-deritanya, ada banyak berita bencana alam dan akibat-akibatnya.

Yups, bagian terahir yang menyebutkan bencana alam dan akibat-akibatnya memang sudah banyak sekali kita lihat di layar televisi yang bahkan menghiasi berita setiap harinya, mulai dari kekeringan pada pertengahan tahun, badai yang terjadi di beberapa negara bagian Amerika, banjir dan tanah longsor yang melanda negeri kita tercinta dan masih banyak lagi lainnya.

Penyebabnya sudah jelas sekali yaitu ketidak seimbangan alam yang kita tempati ini, mengakibatkan banjir yang sampai  menghanyutkan rumah, harta dan bahkan nyawa. Lalu apa yang bisa kita lakukan?

Apa yang bisa saya lakukan?

Sebelumnya mari kita simak sedikit potongan lirik kasidah Nasida Ria yang berjudul "Tahun 2000"


tahun duaribu kerja serba mesin,
berjalan berlari menggunakan mesin
manusia tidur berkawan mesin,
makan dan minum dilayani mesin
sungguh mengagumkan tahun duaribu
namun demikian penuh tantangan



penduduk makin banyak,

sawah ladang menyempit
mencari nafkah smakin sulit
tenaga manusia banyak diganti mesin,
pengangguran merajalela



sawah ditanami gedung dan gudang,

hutan ditebang jadi pemukiman
langit suram udara panas
akibat pencemaran


Download kasidahnya bisa di sini
Atau kepengen denger langsung silahkan :



"Sawah ditanami gedung dan gudang, 
hutan ditebang jadi pemukiman, 
langit suram udara panas 
akibat pencemaran"


Potongan lirik kasidah di atas menggambarkan apa yang terjadi dan akibatnya bisa kita rasakan sekarang, banjir di mana-mana, bukit-bukit longsor menimpa dan menimbun pemukiman penduduk. Tidak perlu saya jelaskan lebih detail karena kita pasti sudah tau apa penyebabnya, pohon-pohon sudah mulai menghilang entah kemana, daerah resapan air berkurang bahkan menghilang secara sim salabim. Jika berkurangnya sedikit itu biasa, tapi jika kehilangan hutan dalam hitungan ribuan hektar dalam satu tahun ini sih namanya gila luar biasa.

OK, bukan waktunya juga untuk kita mencari kambing hitam ( harga kambing sekarang sudah sangat mahal ), mendingan kita pikirkan apa yang bisa kita lakukan.

Nah, Berhubung bulan ini adalah bulan Desember. Memangnya ada apa dengan bulan Desember?
Sedikit informasi tambahan nih untuk semua sahabat kankunk, bahwa :
Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 24 tahun 2008, ditetapkan tanggal 28 November sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan bulan Desember sebagai Bulan Menanam Nasional (BMN).
sumber

Jika penasaran dengan bentuk Kepres tersebut silahkan download di www.dephut.go.id

Sudah jelas kan?

Jadi bulan Desember sudah ditetapkan sebagai Bulan Menanam Nasional, Lalu kita harus ngapain?
Lah koq malah nanya lagi, ya mari kita sukseskan rencana program pemerintah dengan ikut serta menanam pohon untuk melestarikan lingkungan.

Saya sendiri menanam pohon turi di sawah, kebetulan sekarang lagi musim tanam padi dan kebiasaan petani di kampung saya adalah menanam pohon turi di pematang-pematang sawahnya.
Pohon turi


Pohon turi ini sangat dan sangat bermanfaat gan, daunnya yang muda enak banget dijadikan sayur, sayur bening ditambah sambal terasi pasti enak banget. Bunganya itu gan, enak banget kalau dibikin pecel atau dimasak asam dengan tambahan teri atau ikan laut. Belum lagi daunnya yang tua biasanya dijadikan pakan ternak. Batang pohonnya pun biasanya di jadikan bahan bangunan gan, biasanya di jadikan reng atap rumah.

bunga turi dibikin pecel

Tapi sorri banget gan, ane gak ada foto pas nanemnya, susah gak ada kamera profesional adanya hanya hape jadul dan juga gak ada yang fotoin.

Terus bagaimana pandangan islam tentang menanam pohon?
Ini yang paling penting untuk kita sama-sama ketahui.

Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Bersabda :
“Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalannya, kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah (yang mengalir pahalanya), ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shaleh yang mendo’akan kebaikan baginya”. [HR. Muslim]

“Tak ada seorang muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung memakannya atau manusia atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan sedekah karenanya”. [HR. Bukhari ]

Menanam pohon itu sedekah.

Islam sendiri sangat menganjurkan untuk menanam pohon, baik itu pohon yang ada buahnya ataupun yang berdaun lebat. Yang ada buahnya dan bisa dimakan seperti mangga, kelapa, pepaya, manggis dan sebagainya bisa bermanfaat buahnya untuk dinikmati bersama, dan jika panen dan disedekahkan itu akan sangat luarbiasa.
Lalu bagaimana dengan pohon yang tidak berbuah?.
Pohon selain diambil buahnya juga bisa bermanfaat untuk berteduh, burug-burung menjadikannya rumah dan sebagainya, sungguh sangat luar biasa, dan itu semua akan tercatat sebagai sedekah amal ibadah yang akan mengalir pahalanya selama dimanfaatkan. Subhanallah.

Mari kita tanamkan budaya senang menanam pada diri kita masing-masing, kita tularkan kepada saudara-saudara kita dan kepada keluarga kita. Menanam untuk masa depan, menanam untuk amal ibadah, menanam untuk bangsa dan negara, menanam untuk dunia kita ini.
Setelah menanam, bagian yang tak kalah pentingnya adalah menjaga serta melestarikan. Jangan dilupakan, itulah bagian lanjutan yang sangat penting.

Melalui program pemerintah di Bulan Menanam Pohon Nasional.
Mari menanam dan mari menjaga serta melestarikan pohon di lingkungan kita.

Double thubs up untuk teman-teman BSO yang sudah mengkampanyekan bulan menanam nasional ini dan mensukseskannya dengan bentuk aksi nyata menanam pohon dan kampanye lewat blognya masing-masing. Salam solid selalu untuk semua keluarga besar BSO.

                                                                                                                                      -- 8th Blogger Campaign Project BSO --



6 Okt 2012

Cerita Penggiling Padi Keliling


"Assalamu'alikum. Sap, dateng kE ojok balE aoq, Eleran ke parE seberaq"[1] kata kakak saya dalam bahasa sasak sambil memegang handphone jadul miliknya. Artinya "Datang ke rumah ya, gilingin saya gabah sebentar" dan entah apa jawaban orang di seberang telpon sana.
Pagi ini jam masih menunjukkan pukul 06:20 saat percakapan singkat telpon itu ditutup, masih sangat pagi dan mataharipun masih malu-malu menampakkan dirinya. Saya sendiri baru saja balik dari mengantar adik kecil saya ke sekolah, adik cewek satu-satunya yang sekarang masih duduk di kelas satu SDN 5 Terara.

Pagi ini memang rencananya kakak saya mau ke pasar, karena itu semalem dia titip pesan lewat ibu agar saya keluar pagi-pagi ke rumahnya gantiin dia jualan sebentar sementara dia belum pulang dari pasar. Selang sehari biasanya kakak saya pergi ke pasar Paok Motong, pasar yang jaraknya sekitar 5km dari rumah, untuk berbelanja lauk pauk, sayur mayur, sembako dan berbagain keperluan untuk dijual kembali di kios mungil samping rumahnya. Mungkin karena itu dia memanggil Pak Sap, tukang giling padi keliling langganan yang hanya perlu ditelpon dan dia akan datang langsung ke depan rumah kita sepagi ini.

Penasaran pengen tau secantik apa wajah kakak saya?
Kakak cewek saya satu-satunya dan dia orang ketiga tercantik sedunia setelah ibu dan adik saya. Moga aja dia gak baca postingan saya kali ini, bisa-bisa di amuk saya gara-gara posisinya dia kalah sama adik kecil kami. ^_^.

Cewek ketiga tercantik sedunia, Namanya Herlaeli Susaeni.

Tak lama berselang, terdengar suara khas mesin penggiling padi berjalan. Seorang bapak-bapak yang masih muda duduk santai memegang setir "Mobil kehidupan" berwarna hijau tua. Dialah pak Sap yang tadi ditelpon kakak saya.

Pak Sap dan penggilingan padi kelilingnya.
Tak banyak kata dan bicara, hanya sesekali senyum terlihat mengembang dibibirnya, terkadang juga hanya wajah serius yang diperlihatkannya. Kakak ipar saya membantu mengeluarkan gabah yang hendak digiling.

Kakak saya dan suaminya Muhammad Toyib.
Setelah padi yang hendak digiling dikeluarkan, pak Sap langsung menimbangnya. 75 kg sekitar itu kalau saya tidak salah dengar. Uniknya timbangannya sangat berat namun dengan enteng saja pak Sap menaikkan dan menurunkannya dari atas penggilingan. Pekerja yang sangat kuat.

Baru kali ini saya memperhatikan dengan seksama proses penggilingan padi menggunakan penggilingan keliling ini. Sederhanya kira-kira bisa saya ceritakan seperti ini :
  1. Gabahnya di masukkan ke corong di bagian atas. 
  2. Karet penghubung mesin diesel yang sebelumnya terhubung dengan penggerak roda mobil ini dilepas dan mesin dieselnya disambungkan dengan mesin penggiling.
  3. Mesin penggiling mulai beroperasi dan beraspun keluar dari bagian belakang ( Lihat gambar di bawah).
  4. Tak cukup sekali proses, beras yang keluar masih belum bersih sempurna dan dimasukkan sekali lagi ke dalam mesin penggiling.
  5. Untuk menampung saat proses pertama, beras ditampung menggunakan bak, ada sekitar 5 buah bak besar yang selalu dibawa.
  6. Beras yang dimasukkan kembali untuk proses penggilingan padi keduua sudah bisa langsung ditampung dengan menggunakan karung dan proses penggilingan padi menggunakan penggilingan ajaib ini-pun selesai.
Proses penggilingan pertama, beras ditampung di bak dan akan digiling kembali masuk proses ke-2

Beras yang sudah selesai tahap ke-2 dan siap disimpan atau dimasak langsung.

Pak Sap menunggu semua beras selesai digiling.

Untuk pembayaran, ampas penggilingan berupa dedak juga bisa sekalian digunakan untuk membayar sehingga tidak perlu membayar terlalu banyak. Setelah dihitung hitung total yang harus dibayar kakak saya untuk menggiling gabah seberat 75kg adalah hanya Rp.7.000 setelah dipotong dengan harga dedaknya. Lebih hemat dan lebih murah jika dibandingkan menggunakan penggilingan permanen yang belum lagi ditambah biaya pengangkutan. Pantas saja kakak saya dan banyak warga lainnya lebih meilih menggunakan jasa penggilingan padi keliling ini.

Sedikit cerita dari bapak dan ibu saya saat mereka masih kecil, sekitar tahun 1975-an.
"Dulu, kalau kita mau menggiling gabah, kita harus berjalan sekitar 8km pulang perginya dan itu sambil memikul gabah yang sangat berat. Udah perjalanan jauh ditambah lagi beban berat" kata Bapak saya.
"Ha ha ha ha ha ha" saya hanya bisa tertawa mendengar cerita bapak saya.
"Makanya, kenapa bapak kecilnya pas jaman dulu, coba bapak lahirnya sekarang. Kan gak perlu capek-capek ngangkut gabah jauh-jauh kayak gitu" kata saya sambil cengengesan.
Cerita yang sama juga dituturkan ibu saya. "Ahh, mereka kan emang dulu tinggal dikampung yang sebelahan, jadi wajar kalau kisah kehidupannya juga tidak jauh berbeda" batin saya.


Kembali ke cerita tentang pak Sap, dia baru saja balik dari kampung sebelah timur rumah saya. Katanya dia tadi juga di telpon untuk menggiling padi di Keliwatanja. Selamat bekerja pak Sap. Moga rejekinya banyak hari ini. Penuh senyum dia menggeber mobil antik warna hijau tuanya itu menuju ke arah barat, entah kampung mana lagi yang akan disambanginya, dan entah berapa panggilan yang masuk ke nomer telponnya.



Jalan-Jalan dan menikmati indahnya Alam (Air Terjun Jeruk Manis)

Latepost : Ini adalah dokumentasi beberapa tahun yang lalu, saat masih banyak yang imut-imut, dan sekarang berubah menjadi makin imut. R...